SIRKULASI
DAN PEMINJAMAN PADA PERPUSTAKAAN UMUM
Pengertian
Sirkulasi dan Peminjaman
Sebelum
membahas pengertian sirkulasi, sebelumnya akan dibahas mengenai perpustakaan
umum. Pengertian perpustakaan umum menurut
Sulistyo-Basuki (1993 : 46), yaitu
"Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh
dana umum dengan tujuan melayani umum".
Pendapat
di atas mengemukakan bahwa, perpustakaan umum adalah perpustakaan yang
menghimpun koleksi buku, bahan cetakan serta rekaman lain untuk kepentingan
masyarakat umum, tanpa membedakan latar belakang, status sosial, agama, suku,
pendidikan dan sebagainya. Perpustakaan ini dibiayai oleh dana umum serta jasa
yang diberikan pada hakekatnya bersifat cuma-cuma.
Perpustakaan
umum berkembang karena perkembangan masyarakat dan tuntutan kebutuhan
masyarakat untuk mendapatkan informasi
yang murah, yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Layanan
perpustakaan umum menyediakan informasi yang sangat variatif, karena jenis
pemustaka yang bervariasi pula, semua lapisan masyarakat dapat mengakses
informasi yang disediakan oleh perpustakaan umum, mulai dari anak-anak hingga
kalangan lanjut usia.
Kata
sirkulasi berasal dari bahasa inggris “circulation” yang mempunyai arti
perputaran, peredaran. Sedangkan dalam ilmu perpustakaan, kata sirkulasi sering
dikenal dengan pemanfaatan bahan pustaka. Menurut Bafadal-Ibrahim (2000:24),
“Pelayanan sirkulasi adalah kegiatan kerja yang berupa pemberian bantuan kepada
pemakai perpustakaan dalam proses peminjaman dan pengembaliaan bahan pustaka.”
Dalam
ilmu perpustakaan, pelayanan sirkulasi sering juga disebut dengan pelayanan
peminjaman dan pengembalian pustaka. Namun, sebenarnya pengertian sirkulasi ini
mencakup pengertian yang lebih luas, yakni “semua bentuk kegiatan pencatatan
yang berkaitan dengan pemanfaatan, dan penggunaan koleksi dengan tepat guna dan
tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa perpustakaan (Lasa, 2008 : 213)”.
Menurut
Sjahrial Pamuntjak (2000 : 97), “peminjaman buku atau sirkulasi adalah kegiatan
peredaran koleksi perpustakaan, baik untuk dibaca di dalam perpustakaan maupun
dibawa keluar perpustakaan”. Sedangkan Noerhayati (1987: 120), menyatakan bahwa
“sirkulasi berupa kegiatan pelayanan pencatatan dalam pemanfaatan dan
penggunaan koleksi bahan pustaka dengan tepat guna dan tepat waktu untuk
kepentingan pengguna”. Pendapat lain dikemukan oleh Soeatminah (1992 : 7)”
layanan sirkulasi adalah “kegiatan kerja yang berupa memberikan bantuan kepada
pemakai perpustakaan dalam proses peminjaman dan pengembalian bahan pustaka”.
Dari
beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelayanan sirkulasi adalah
kegiatan yang harus ada di dalam perpustakaan yang berhubungan dengan bagiaan
peminjaman dan pengembaliaan bahan pustaka agar dapat dipergunakan oleh
pengguna secara maksimal. Agar perpustakaan dapat memainkan peranya dengan
baik/berdaya guna maka perpustakaan harus didukung oleh sarana, prasarana serta
tenaga kerja pengelolah yang handal.
Kegiatan
peminjaman adalah suatu proses pencatatan transaksi yang dilakukan oleh petugas
perpustakaan dengan pengguna pada saat pengguna meminjam koleksi. Jenis koleksi
yang umum dipinjamkan adalah koleksi yang berupa buku. “Dalam proses peminjaman
perlu dilakukan pencatatan agar koleksi yang dipinjam mudah diidentifikasi,
tempat koleksi mudah dikontrol, pengguna koleksi mudah diketahui dan batas
waktu pengembalian mudah diprediksi (Syihabuddin-Qalyubi, 2007 : 224)”.
Prinsip dan Tujuan Pelayanan
Sirkulasi
Layanan
sirkulasi adalah sebagai salah satu layanan pengguna. Prinsip-prinsip utama
pelayanan pengguna yang baik tetap dipergunakan sebagai pedoman sebagaimana
yang dinyatakan dalam Buku Pedoman Perpustakaan Perguruaan Tinggi (2004 : 7) bahwa
prinsip-prinsip pelayanan pemakai adalah :
a.
Berorientasi kepada pemakai:
Pemilihan sistem,
bentuk dan pelayanan pemakai lebih ditekankan atas dasar kebutuhan dan
kepentingan pemakai.
b. Bersifat
universal:
Pelayanan pemakai yang
baik adalah yang memandang pemakai sebagai keseluruhan dan bukannya sebagai
individu. Oleh sebab itu keseragaman keadilan dan pemerataan haruslah
diperhatikan dalam pelayanan.
c. Menggunakan
disiplin:
Pelaksanaan pelayanan
pemakai dan berfungsi secara maksimal apabila diikuti dengan kedisiplinan baik
pada pihak pemakai maupun pada pihak petugas perpustakaan.
d. Cepat,
tepat dan mudah:
Pelayanan pemakai yang
baik adalah dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan mudah sehingga untuk itu
perlu diselenggarakan tertib administrasi yang teratur, terarah, cermat, tetapi
tidak membingungkan.
Adapun
tujuan dari pelayanan sirkulasi menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000 : 99) antara
lain:
1. Supaya
mereka mampu memanfaatkan koleksi tersebut semaksimal mungkin
2. Mudah
untuk mengetahui siapa yang meminjam koleksi tersebut, dimana alamatnya serta
kapan koleksi itu harus kembali. Dengan demikian apabila koleksi itu diperlukan
peminat lain maka akan segera dapat diketahui alamat sipeminjam atau dinantikan
pada waktu pengembalian.
3. Terjaminya
pengembalian pinjaman dalam waktu yang jelas, dengan demikian keadaan pustka
akan terjaga.
· Diperoleh
data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan Pengawasan
pintu masuk dan keluar perpustakaan.
· Pendaftaran
anggota, perpanjangan keanggotaan, pengunduran diri dari anggota perpustakaan.
· Mengurusi
keterlambatan pengembalian koleksi yang dipinjam seperti denda.
· Mengeluarkan
surat peringatan bagi buku yang belum dikembalikan pada waktunya.
· Tugas
berkaitan dengan peminjaman buku, khususnya buku hilang atau rusak.
· Bertanggungjawaban
atas segala berkas peminjam
· Pembuatan
statistik.
· Peminjaman
antar perpustakaan.
· Mengawasi
urusan penitipan, tas, jas, mantel, dan sebagainya milik pengunjung
perpustakaan.
4. Koleksi.
5. Apabila
terjadi pelanggaran segera diketahui.
Purwono.dkk
( 2001 : 134) menyatakan bahwa kegiatan sirkulasi meliputi :
· Pengawasan
pintu masuk dan keluar perpustakaan.
· Pendaftaran
anggota, perpanjangan keanggotaan, pengunduran diri dari anggota perpustakaan.
· Mengurusi
keterlambatan pengembalian koleksi yang dipinjam seperti denda.
· Mengeluarkan
surat peringatan bagi buku yang belum dikembalikan pada waktunya.
· Tugas
berkaitan dengan peminjaman buku, khususnya buku hilang atau rusak.
· Bertanggungjawaban
atas segala berkas peminjam
· Pembuatan
statistik.
· Peminjaman
antar perpustakaan.
· Mengawasi
urusan penitipan, tas, jas, mantel, dan sebagainya milik pengunjung
perpustakaan.
Petugas Layanan Sirkulasi
Untuk
dapat melayani berbagai kebutuhan pemustaka, yang paling dominan adalah peran
tenaga perpustakaan atau pustakawan, karena pustakawan merupakan ujung tombak dalam layanan informasi di
perpustakaan. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007
tentang Perpustakaan, Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang
diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai
tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan.
Di
perpustakaan umum, sebagai perpustakaan yang melayani seluruh lapisan
masyarakat, kebutuhan pemustaka lebih beragam, dan semuanya menginginkan
terpenuhinya kebutuhan mereka akan informasi ada di perpustakaan. Bervariasinya
jenis pemustaka yang dilayani menuntut pelayanan informasi yang lebih
bervariasi dan beragam pula. Hal tersebut merupakan tantangan pustakawan,
dimana semua pemustaka menginginkan terpenuhi dan terpuaskannya kebutuhan mereka akan informasi. Peran pustakawanlah
yang diharapkan mampu membantu mereka menemukan informasi yang diinginkan.
Untuk
dapat melaksanakan peran dan fungsi dengan baik, pustakawan harus selalu
meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Kompetensi dan profesionalisme
pustakawan tidak dapat datang dengan sendirinya, namun harus digali dan
dikembangkan. Kompetensi professional pustakawan, terkait dengan beberapa
kemampuan yang harus dimiliki, diantaranya :
1) Pengetahuan
pustakawan dalam hal pengetahuan tentang isi sumber-sumber informasi, termasuk
kemampuan untuk mengevaluasi dan menyaring sumber-sumber tersebut secara
kritis.
2) Mengembangkan
dan mengelola layanan informasi dengan baik, mudah diakses dan efektif dalam
pembiayaan.
3) Menyediakan
bimbingan dan bantuan terhadap pemustaka.
4) Melakukan
survey kebutuhan pemustaka termasuk macam produk informasi.
5) Mengetahui
dan mampu mengunakan teknologi informasi untuk pengadaan, pengorganisasian dan
penyebaran informasi.
6) Mengevaluasi
penggunaan informasi dan secara berkelanjutan memperbaiki layanan informasi
untuk menanggapi perubahan kebutuhan.
Selain
kompetensi secara umum yang harus dimiliki pustakawan tersebut, secara individu
pustakawan juga harus memiliki kompetensi lain untuk mendukung optimalisasi
ketugasan, yaitu bahwa pustakawan juga
harus memiliki :
a) Komitmen
untuk memberikan layanan yang terbaik.
b) Mampu
mencari peluang dan melihat kesempatan baru didalam maupun diluar perpustakaan.
c) Berpandangan
luas.
d) Mampu
mencari mitra kerja.
e) Mampu
menciptakan lingkungan kerja yang dihargai dan dipercaya.
f) Memiliki
keterampilan berkomunikasi yang efektif.
g) Dapat
bekerjasama secara baik dalam satu tim.
h) Memiliki
sifat kepemimpinan.
i) Mampu
merencanakan.
j) Memprioritaskan
dan memusatkan pada suatu hal yang kritis, serta memiliki sifat positif dan
fleksibel dalam menghadapi perubahan.
k) Kemampuan
menggunakan peralatan computer.
l) Menguasai
peralatan teknologi informasi
m) Menguasai
teknologi jaringan
n) Menguasai
intranet dan internet.
Waktu Pelayanan Sirkulasi dan
Peminjaman
Waktu
pelaksanaan kegiatan sirkulasi berbeda-beda pada setiap perpustakaan. Terkadang
jam buka layanan disesuaikan dengan jam masuk kerja institusi yang menaungi
perpustakaan tersebut. Tetapi biasanya kegiatan sirkulasi mulai dilakukan pada
saat isi ruangan perpustakaan sudah dibenahi. Dalam artian, layanan sirkulasi
dimulai beberapa menit setelah perpustakaan dibuka (biasanya setengah jam).
Contoh
jam buka layanan di Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Batam : :
(1)
Hari Senin s/d Kamis Pukul 08.00 WIB – 15.30 WIB ( istirahat pukul 12.00 WIB
s/d 13.00 WIB).
(2)
Hari Jum’at Pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB ( istirahat pukul 11.30 WIB s/d 13.00
WIB).
(3)
Hari Sabtu Pukul 08.00 WIB – 11.30 WIB ( Piket sabtu siaga).
(4)
Hari Minggu dan Hari – hari besar nasional yang berlaku LIBUR.
Tempat Pelayanan Sirkulasi
Pada
umumnya, kegiatan layanan sirkulasi dilakukan pada bagian depan perpustakaan.
Hal tersebut dikarenakan layanan sirkulasi merupakan layanan utama pada
perpustakaan. Selain itu, layanan sirkulasi dibuat di depan untuk memudahkan
pengguna. Letak layanan sirkulasi biasanya menjadi jalan keluar pengguna ketika
selesai menggunakan layanan perpustakaan.
Ketika
pengguna telah mendapatkan buku yang ingin dipinjam, maka pengguna kembali ke
bagian depan (layanan sirkulasi) dan sekalian jalan keluar. Ketika seorang
pengguna ingin mengembalikan buku, maka pengguna tersebut dapat langsung
menemui petugas layanan sirkulasi di bagian depan perpustakaan.
Alasan Layanan Sirkulasi Dilakukan
a.
Pengunjung dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan semaksimal mungkin.
b.
Mudah diketahui siapa yang meminjam koleksi tertentu, di mana alamatnya, serta
kapan koleksi itu harus kembali.
c.
Terjaminnya pengembalian pinjaman dalam waktu yang jelas, sehingga keamanan
bahan pustaka akan terjaga.
d.
Diperoleh data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan
koleksi.
e.
Apabila terjadi pelanggaran akan segera diketahui.
Sistem Layanan Sirkulasi
1. Sistem
Pelayanan Terbuka
Sistem
layanan terbuka merupakan cara yang dapat membantu pengguna perpustakaan untuk
mencari informasi yang dibutuhkan secara langsung ke rak. Pada perpustakaan
tinggi yang melayanai civitas akademika dan koleksi yang banyak biasanaya
menggunakan sistem layanan terbuka.
Sistem
layanan terbuka memberikan kebebasan kepada pengguna perpustakaan memilih dan
mengambil sendiri pustaka yang dikehendakinya dari ruang koleksi.
Keuntungan
yang diperoleh dengan menggunakan sistem layanan terbuka adalah:
a. Kartu
katalog tidak segera rusak, karena sedikit yang menggunakanya.
b. Menghemat
tenaga. Sebab dalam sistem ini petugas tidak perlu mengembalikan pustakawan
hanya mencatat kemudian mengembalikan buku-buku yang telah dibaca ditempat
maupun yang dikembalikan hari itu juga.
c. Judul-judul
buku yang diketahui lebih banyak.
d. Akan
segera diketahui judul buku yang dipinjam, nama dan alamat peminjam.
e. Apabila
calon peminjam tidak menemukan buku tertentu yang dicari maka saat itu pula
dapat memilih judul buku yang relevan.
f. Kecil
sekali kemungkinan terjadi salah paham.
Kerugian
atau kelemahan dari sistem layanan terbuka adalah:
a. Frekwensi
kerusakan lebih besar.
b. Memerlukan
ruangan yang lebih luas. Sebab letak rak satu dengan yang lain memerlukan jarak
yang longgar.
c. Susunan
buku menjadi tidak teratur. Oleh karena itu pustakawan harus sering menyusun
buku.
d. Pengguna
yang pertama kali datang keperpustakaan itu sering bingung.
2. Sistem
Layanan Tertutup
Sistem
layanan tertutup tidak memperkenankan pengguna memasuki ruang koleksi
Sjahrial-Pamuntjak
dalam Buku Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan (2000:103), “ Menyatakan bahwa
pelayanan pemakai sistem tertutup merupakan pelayanan sirkulasi yang tidak
memungkinkan pemakai memilih dan mengambil sendiri bahan pustaka”.
Pada
sistem pelayanan tertutup setiap pengguna harus mengetahui lebih dahulu dengan
jelas pengarang judul buku atau subjek yang diinginkan kemudian meminta petugas
perpustakaan mencarikannya keruang koleksi. Dalam sistem ini,
pengguna
harus menggunakan katalog yang disediakan untuk memilih pustaka yang
diperlukanya.
Keuntungan
menggunakan sistem layanan tertutup adalah:
a. Susunan
koleksi akan tetap rapi karena hanya petugas perpustakaan yang dapat masuk
kejajaran koleksi.
b. Terjadinya
kehilangan dan kerusakan bahan perpustakaan dapat diperkecil.
c. Ruangan
perpustakaan yang disediakan tidak perlu luas.
d. Untuk
koleksi yang sangat rentan terhadap kerusakan maka sistem ini sangat sesuai.
Dari
pendapat di atas keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan sistem layanan
tertutup adalah terjaganya kondisi buku dirak dan kehilangan buku dapat
dikendalikan, ruangan yang dibutuhkan untuk koleksi perpustakaan tidak terlalu
luas dan untuk koleksi yang mudah rusak sistem ini sangat baik digunakan.
Kerugian
menggunakan sistem layanan tertutup :
a. Dalam
menemukan bahan pustaka pengguna hanya dapat mengetahui ciri-ciri kepengarangan
dan ciri-ciri fisik bahan pustaka yaitu judul, pengarang, ukuran buku dan
jumlah halaman.
b. Judul
buku yang dipilih melalui katalog kartu maupun online tidak selalu menggunakan
buku yang dimaksud.
c. Pengguna
tidak dapat melakukan browsing dijajaran rak.
d. Jika
peminjam banyak, dan tugas perpustakaan relatif terbatas hal ini membutuhkan
waktu dan tenaga yang cukup banyak, sehingga pemakai harus menunggu lebih lama.
Kerugian
yang didapat dengan sistem layanan tertutup sangat penting diperhatikan karena
dengan sistem ini biasanya pengguna akan sulit mencari buku yang dikehendakinya
dan tenaga perpustakaan yang kurang memadai akan membuat pencarian bahan
pustaka memerlukan waktu yang lama.
Pelayanan
di perpustakaan sangatlah penting bagi penggunanya. Layanan perpustakaan yang
ramah dan profesional juga ikut berperan dalam menumbuhkan kenyamanan bagi
pengguna, agar pengguna betah berkunjung ke perpustakaan.
Syarat-syarat
sirkulasi yang baik menurut Lasa (2008 : 170), yaitu sebagai berikut:
1) Mekanisme
kerja dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan benar; sistem kerja manual
maupun dengan mesin (seperti komputer) sebaiknya dapat diselesaikan dengan
cepat, tepat, dan benar.
2) Dapat
menjaga keamanan koleksi dan pengguna; sistem pengaturan ruangan, pintu, dan
meja kursi dapat menciptakan keamanan koleksi serta kenyamanan pengguna.
3) Administrasi
sirkulasi yang tepat; sistem pencatatan sirkulasi sebaiknya dapat dilakukan
dengan benar, praktis, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dengan pengguna.
Untuk itu dalam penerapan administrasi sirkulasi perlu dikerjakan seteliti
mungkin.
Peminjaman
Langkah-langkah
peminjaman pustaka sebagai berikut:
1. Peminjam
menunjukkan kartu anggota yang masih berlaku.
2. Petugas
mencatat.
a) Nomor
atau nama anggota yang bersangkutan.
b) Tanggal
kembali pada kartu buku.
c) Tanggal
kembali pada lembaran tanggal kembali (date due slip) untuk mengingatkan
peminjam waktu penggembalian buku.
d) Nomor
panggil buku(call number) dan tanggal kembali buku pada kartu induk peminjaman
anggota bersangkutan, bila menggunakan sistem kartu besar.
3. Peminjam
menanda tangani kartu buku.
4. Buku
diserahkan kepada peminjam.
5. Petugas
menyusun kartu buku pada kotak kartu buku berdasarkan tanggal kembali.
6. Petugas
menyusun kartu induk peminjaman berdasarkan nomor urut kartu anggota atau abjad
nama peminjam pada sistem buku besar.
Semua
langkah kerja peminjaman bertujuan untuk :
a) Menggunakan
koleksi dan menghindari hilangnya bahan pustaka.
b) Mengetahui
siapa peminjam buku serta berapa jumlah buku yang dipinjamnya.
c) Mengetahui
batas waktu pengembalian buku-buku yang sedang beredar.
Prosedur
meminjamkan bahan Pustaka adalah sebagai berikut:
1) Pengguna
menunjukan tanda pengenal sebagai anggota perpustakaan.
2) Petugas
memeriksa tanda pengenal pengguna.
3) a.
pada perpustakaan yang menganut sistem tetutup, langkah ketiga berlangsung
sebagai berikut:
i. Pengguna
menyerahkan formulir permintaan peminjaman yang telah diisi.
ii. Petugas
mencari bahan sesuai dengan data yang tertulis dalam formulir.
b.
Pada perpustakaan yang menganut sistem terbuka, langkah ketiga berlangsung
sebagai berikut:
i. Pengguna
menyerahkan bahan perpustakaan yang telah dipilihnya
ii. Petugas
mencatat nomor anggota dan tanggal kemabli pada kartu buku yang tersimpan pada
katalog buku.
iii. Petugas
mencatat nomor anggota dan tanggal bahan perpustakaan itu harus dikembalikan
pada lembar tanggal kembali.
iv. Petugas
mencatat kode bahan perpustakaan dan tanggal kembali.
4) Pengguna
membubuhkan tanda tangan pada kartu bahan perpustakaan.
5) Petugas
menyerahkan bahan perpustakaan tersebut pada pengguna.
6) Petugas
menyusun kartu pada kotak sebagai berikut:
a) Menurut
tanggal kembali bahan perpustakaan, kemudian
b) Setiap
kumpulan kartu dengan tanggal kembali yang sama, disusun menurut urutan kode
bahan perpustakaan.
7) Petugas
menyusun kartu peminjaman dalam kotak kartu pinjaman menurut nama pengguna,
kemudian menurut urutan nomor tanda pengenal.
DAFTAR
PUSTAKA
Sari, Retna. "Sistem Pelayanan
Sirkulasi Pada Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertaniaan-Agrobisnis
Perkebunan (STIP-AP) Medan." USU Institutional Repository. Universitas
Sumatera Utara, 28 Agu. 2010. Web. 09 June 2015. <http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/19665/
>
Matori, Mamik. "Laporan Tugas Arsi
(Sistem Sirkulasi Buku Pada Perpustakaan Umum)." Slideshare. 20 June 2013. Web. 9 June 2015. <http://www.slideshare.net/mamikmatori/laporan-tugas-arsi-sistem-sirkulasi-buku-pada-perpustakaan-umum>.
Hastuti, Indriyati Rini.
"Pustakawan Perpustakaan Umum Dan Tantangannya." Kantor Perpustakaan
Dan Arsip Kabupaten Kulon Progo, 18 Nov. 2013. Web. 10 June 2015. <http://perpustakaan.kulonprogokab.go.id/article-93-pustakawan-perpustakaan-umum-dan-tantangannya.html>.
"STANDAR
PELAYANAN." Kantor Perpustakaan Dan Arsip Kota Batam. Web. 9 June 2015.
<http://skpd.batamkota.go.id/perpustakaan/standar-pelayanan/>.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar